Connect with us

News

TJI Dukung Mendagri Evaluasi Pilkada Langsung

Published

on

dobelcek, Jakarta – The Jakarta Institute (TJI) mendukung rencana Mendagri Tito Karnavian untuk mengevaluasi pelaksanaan Pilkada langsung.

Hal itu diungkapkan Direktur TJI Reza Fahlevi dalam keterangan tertulisnya kepada media. Ia sependapat dengan Mendagri yang menyebut Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan akar masalah dari banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi, karena ongkos politik untuk mencalonkan diri menjadi kepala daerah sangat mahal.

Karena itu ia, mengapresiasi keberanian Mendagri Tito Karnavian untuk tidak populer di awal jabatannya di Kabinet dengan melempar wacana akan mengevaluasi Pilkada.

“Sudah tidak bisa kita pungkiri Pilkada langsung memiliki sejumlah kekurangan. Sistem politik yang ada membuat putra daerah dengan gagasan hebat namun tidak kuat modal untuk logistik kampanye harus bisa menerima kenyataan mengubur impiannya berkontribusi membangun daerah dengan menjadi Walikota, Bupati atau Gubernur,” ujarnya.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam itu menghimbau kepada seluruh pihak yang merasa terganggu dengan gagasan Mendagri, untuk berdialektika secara akademis seperti yang disampaikan Mendagri yang akan melakukan riset dan membuka forum secara terbuka untuk berdialog.

Levi juga berpendapat, kekurangan lain dari Pilkada langsung ialah para calon kepala daerah juga harus memiliki modal dana yang cukup besar karena diharuskan berkampanye secara fisik dari pintu ke pintu (door to door) dan rawan disusupi kepentingan pemodal. Selain itu, sangat berpotensi terjadinya konflik horizontal.(van)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *