Connect with us

News

Menteri PPN Imbau Masyarakat Tetap Waspada Saat Masuki Fase New Normal

Published

on

dobelcek, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada ketika telah memasuki fase new normal.

Pasalnya, fase new normal akibat pandemi virus corona (Covid-19) tidak menjamin kondisi kesehatan dalam kondisi aman.

Suharso juga meminta di era new normal nanti, masyarakat atau semua pihak harus konsisten dan betul-betul mematuhi pemberlakuan protokol kesehatan.

Seperti terus menjaga kebersihan, menggunakan masker, hingga menghindari kerumunan,” ungkapnya.

“Kemudian harus ada pengertian pembatasan fisik, panduan pembatasan rumah, dan pembatasan di tempat kerja. Kalau bisa, kita bikin video tutorial untuk setiap tempat kerja,” jelas Suharso.

Tidak sekadar mengimbau masyarakat, Suharso juga menyebutkan, bahwa pemerintah juga akan melakukan perbaikan, baik dari sektor ekonomi dan kesehatan untuk tetap menjaga reproduksi efektif (Rt) virus corona di bawah 1.

“Agar semuanya tetap dibawah 1, maka semua harus disiplin dan protokolnya harus berjalan ketat. Apabila menerapkan new normal, setidaknya sampai tersedianya vaksin,” kata dia.

Lebih lanjut, Suharso juga mendorong kepada penyedia fasilitas public, khususnya di area-area terbuka, agar menyediakan tempat cuci tangan dan sabun cair.

Menurutnya, pola hidup sehat harus tetap dijaga sekalipun Indonesia telah masuk dalam kondisi new normal.

“Begitu juga masuk restoran itu ada pembatasannya baik secara fisik, tempat umum dan lain-lain, itu harus dilakukan kontrol. Masyarakat penting sekali harus diingatkan,” ucap Suharso.

Ditambahkan, kebijakan untuk menuju kehidupan normal yang baru itu akan dilakukan peninjauan secara berkala.

Apabila penyesuaian PSBB itu semakin membahayakan masyarakat, maka kebijakan PSBB akan diketatkan kembali.

“Jadi, apabila penyesuain ini positif maka diteruskan, kalau negatif maka dikembalikan menjadi cara baru. Inilah yang disebut new normal,” tandas dia. (nug)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *