Connect with us

News

Berikut Kronologi Pengungkapan Sindikat Pembuatan Tembakau Gorila dan Liquid Vape Jakarta-Bali

Published

on

Dobelcek, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana membeberkan pengungkapan sindikat pembuatan tembakau gorila dan liquid vape berbahan narkoba yang dikendalikan oleh penghuni Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Jakarta-Bali.

Menurut Nana, pabrik home industri liquid vape terungkap dari pengembangan kasus penangkapan tersangka FA, pada Jumat (12/6/2020) di Cawang, Jakarta Timur.

“Dari tersangka FA kami sita 5 botol berisi cairan liquid narkoba siap pakai,” kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/6/2020).

Dari hasil pengembangan polisi kemudian menciduk 7 tersangka, yaitu AAN, IK, NIKA, AAP, ANA, AEP dan K di lima lokasi berbeda di daerah Bali. Lokasi tersebut diantaranya, Jasa pengiriman TIKI di Jalan Tukat Balian, No 7, Denpasar, Bali diamankan AAN. 

Kemudian, tersangka IK ditangkap di rumahnya Jalan Danau Bratan Gg. XI/1, No.8, Kel. Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Selanjutnya perumahan Komplek Burung, Jalan Kutilang No 31, Kuta Bali pada Sabtu (20/6/2020).

“Diusut ternyata sampai di Bali sindikat tersebut,” jelas Nana.

Kemudian pada Minggu (21/6/2020) dilokasi Perumahan Regency, Kuta Selatan, Badung Bali, serta rumah di Jalan Setua Budi, Ghg Buntu No 73A, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Bali, 

Dikatakan, salah satu tempat pabrik home industri tembakau sintetis dan liquid Vape berada di perumahan Palem Regency, Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali dengan tersangka Ni Komang Ayu Ririn Anjani alias NIKA.

“Dari keterangan tersangka NIKA hasil produksi diedarkan oleh tersangka IK dan tersangka AAG,” ujar Nana.

Sedangkan dalam memproduksi bahan tembakau gorilla, sambung Nana berupa bibit tembakau dari tersangka K (Napi Lapas) didapat dari China.

“Tersangka K dalam menyalurkan bibit tembakau sintetis dibantu oleh tersangka AAP, AAN dan AAE,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar markas atau home industri pembuatan Liquid Vape berbahan narkoba dan tembakau gorila di daerah Bali pada hari Minggu 21 Juni 2020 lalu.

Dari pengungkapan itu, Polda Metro turut mengamankan 24 Kg tembakau gorila, 7 liter liquid vape dan 500 gram bibit tembakau gorila.

“Barang bukti cukup banyak, 24 Kg tembakau gorila siap edar dan 7 liter cairan vape berbahan narkoba kami amankan dari TKP,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudajana di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Pihak kepolisian berhasil meringkus 8 orang tersangka masing-masing berinisial FA, AAN, IK, NiKA, AAP, AAE, AAG dan AEP.

“8 tersangka kami amankan bersama barang bukti,” ucap Nana.

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 TAHUN 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (Yor)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *