Connect with us

News

Sindikat 24 Kg Tembakau Gorila dan Liquid Vape Dikendalikan Napi Lapas Jakarta-Bali

Published

on

Dobelcek, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana Menyebut jika sindikat pembuatan tembakau gorila dan liquid vape mengandung narkoba yang dibongkar pada Minggu 21 Juni 2020 lalu ternyata dikendalikan dari balik jeruji besi.

“Penghuni Lapas Jakarta dan Bali mengendalikan dari jarak jauh,” kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/6/2020).

Selain itu Nana menjelaskan, pemasaran barang haram tersebut memanfaatkan media sosial.

“Terang-terangan, dipasarkan dengan cara online,” jelas Nana saat didampingi Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Juharsa.

Demi mengungkap asal barang tersebut hingga kini pihak kepolisian terus mendalami kasus tersebut.

“Hingga kini kami masih terus mendalami pengungkapan kasus narkoba ini,” jelas Nana.

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar markas atau home industri pembuatan Liquid Vape berbahan narkoba dan tembakau gorila di daerah Bali pada hari Minggu 21 Juni 2020 lalu.

Dari pengungkapan itu, Polda Metro turut mengamankan 24 Kg tembakau gorila, 7 liter liquid vape dan 500 gram bibit tembakau gorila.

“Barang bukti cukup banyak, 24 Kg tembakau gorila siap edar dan 7 liter cairan vape berbahan narkoba kami amankan dari TKP,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudajana di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Pihak kepolisian berhasil meringkus 8 orang tersangka masing-masing berinisial FA, AAN, IK, NiKA, AAP, AAE, AAG dan AEP.

“8 tersangka kami amankan bersama barang bukti,” ucap Nana.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 TAHUN 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (Yor)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *